Sistem Informasi Geografis


Sistem Informasi Geografis

Sistem Informasi Geografis atau yang sering disebut dengan SIG atau yang di dalam bahasa inggris disebut Geographic Information System ( SIG ) akhir-akhir ini mengalami perkembangan yang pesar seiring dengan kemajuan di bidang teknologi informasi.

Bergulirnya otonomi daerah beberapa tahun yang lalu serta peningkatan kebutuhan akan infromasi kebumian dalam rangka pengelolaan sumber daya alam menjadi salah satu pemicu peningkatan penggunaan SIG di Indonesia. 

Sebenernya sehari-hari kita telah menggunakan produk-produk SIG tanpa kita sadari. Bahkan Bagi sebgaian besar kalangan, SIG telah menjadi suatu kebutuhan yang tidak dapat ditinggalkan.

Apa Itu SIG ?

SIG atau Sistem Infromasi Geografis merupakan sebuah sistem ( berbasi komputer ) untuk pengelolaan, penyimpanan, pemrosesan, analisis dan penayangan ( display ) data yang terikat dengan permukaan bumi.

Definis SIG menurut beberapa ahli :

  1. Arranaff ( 1989 ) , Sistem berbasis komputer yang  memiliki kemampuan dalam menagai data bereferensi geografi yaitu pemasukan data, manajemen data ( penyimpanan dan pemanggilan kemabli), memanipulasi dan analisis data, serta keluaran sebagai hasil akhir ( output ).
  2. Burrough ( 1986 ), Sistem berbasis komputer yang digunakan untuk memasukkan, menyimpan, mengelola, menganalisis dan mengaktifkan kembali data yang mempunyai referensi keruangan untuk berbagai tujuan yang berkaitan dengan pemetaan dan perencanaan.
  3. Anon ( 2001 ), Sebuah sistem informasi yang dapat memudahkan antara data grafis ( spasial ) dengan data teks ( atribut ) objek yang dihubungan secara geografis di permukaan bumi ( georeference ).
  4. Barus dan Wiradisastra ( 2000 ), Sistem Infrormasi Geografis ( SIG ) adalah suatu sostem informasi yang dirancang untuk bekerja dengan data yang bereferensi spasial atau berkoordinat geografi atau dengan kata lai suatu SIG adalah suatu sistem berbasis data yang bereferensi keruangan ( spasial ) bersama dengan seperangkat operasi kerja.
  5. Campbell ( 2001 ) /US Geologial Survey , A Computer system capable of assembling, storing, manipulating, and displaying geographically referenced information.
  6. Charley Report, 1987, A system for capturing, storing, checking, integrating, manipulating, analysing and displaying data which are spatially referenced to the Earth. This is normally considered to involve a spatially referenced computer database and appropriate applications software.

Komponen SIG

Komponen SIG


Komponen utama sistem informasi geografis dapat dibagi kedalam 5 komponen utamam yaitu :
  1. Orang (user )
  2. Manajemen/Prosedur
  3. Data
  4. Perangkat Keras ( digizaer, scanner, Central Procesing Unit ( CPU ), harddisk, laptop, dan lain-lain ).
  5. Perangkat Lunak ( ArcGis, ArcView, Idrisi, ARC/INFO, ILWIS, MapInfo, dan lain-lain.
Kombinasi yang benar antara kelima komponen utama ini akan menentukan kesuksesan suatu proyek pengembangan sistem informasi geografis.

Sistem Informasi Geografis dapat dibagi menjadi dua kelompok :
  • Sistem manual (anlog ), Sistem Inforamsi manual biasanya menggabungkan beberapa data seperti peta, lembar transparasi untuk tumpang susun ( overlay ), foto udara, laporan statistik dan laporan survey lapangan. Kesemua data tersebut dikompilasi dan dianalisis secara manual dengan alat tanpa komputer.
  • Sistem Otomatis ( yang berbasis digital komputer ), Sistem Informasi Geograafis otomatos telah menggunakan komputer sebagai sistem pengolahan data melalui proses digitasi. Sumber data digital dapat berupa citra satelit atau foto udara digital serta foto udara yang terdigitasi. dan lain dapat berupa peta dasar yang telah terdigitasi.

Fungsi SIG

Ada beberapa fungsi utama dari SIG, yaitu :
  1. Input Data
  2. Manipulasi Data
  3. Manajemen ( Pengelolaan )
  4. Query dan Analisis
  5. Visualisasi ( keluaran )

Manfaat SIG

Tujuan Pokok dari pemanpaatan sistem informasi geografis adalah untuk mempermudah menapatkan informasi yang telah diolah dan tersimpan sebagai atribut suatu lokasi suatu objek. Ciri utama data yang bisa dimanfaatkan dalam sistem informasi geografis adalah data yang telah terikat dengan lokasi dan merupakan data dasar yang belum dispesifikasi ( Dulbahri, 1993 ). Secara global telah diakui bahwa SIG memberikan manfaat yang besar bila diterapkan dalam berbagai bidang.

Ciri Khas SIG

Ciri khas SIG terletak pada INFORMASI yang dihasilkan, yaitu :
  1. Menyajikan data/Informasi yang terikat dengan permukaan bumi, seperti jalan,sungai, bangunan lahan lain, lokasi sumber daya alam dan lokasi rawan bencanan
  2. memiliki Referensi koordinat, sehingga dapat dengan mudah diketahui lokasi, pola dan sebarannya.
  3. Terdiri dari  Data Grafis dan Data Atribut.


You might also like

0 Comments


EmoticonEmoticon

About